Tampilkan postingan dengan label Untuk diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk diri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Januari 2011

Beginilah adanya...

Assalamualaikum
Alhamdulillah Ya Rabb
Atas nikmat Islam yang mengalir dalam nafas dan darah ini
kepada-Mu lah syukur aku panjatkan...


hari ini, sabtu 15 Januari 2011, terasa seperti hidup kembali, pikiran fresh ide sudah mulai berjalan di saraf2 motorik otak, mengalir dalam darah bersama oksigen-oksigen dan senyawa.
Yang semoga kita selalu bersyukur akan nikmat yang Allah berikan. Sedikit membahas tentang fikiran, ketika dia lelah maka pada saat itulah kita mulai merasakan jenuh yang luar biasa. Seakan-akan kita ingin mencari dimana alur fikir kita tetapi tetap tak kita temukan. Hanya bisa mondar-mandir tanpa arah tujuan, mencari yang sesungguhnya tak usah kita cari. Ya itulah yang menurutq yang sering dinamakan jenuh. 

Ketika pada saat tersebut itulah kita merasakan lelah yang luar biasa, mulai dari otak yang sudah tak mau berfikir ditambah juga kondisi tubuh yang tak mendukung. Hal tersebut berakibat produktivitas kita menurun drastis, mulai dari keluarnya ide-ide segar terhambat sampai pergerakan kita akan terasa semakin berat dan lambat. Apa yang sebenarnya yang terjadi dengan diri kita...?coba mari kita telaah satu-persatu :
1. Otak
    Kita mulai dari pusat dan sumber semua perilaku kita baik yang kita sadari ataupun tidak. terkadang semua hal yang kita lakukan merupakan respon sadar dari otak kita yang telah diproses. Tapi, apakah semua perilaku kita bisa di-Handle oleh otak kita...?
Subhanallah, Allah Maha Besar atas semua ciptaan-Nya, otak yang terdiri dari beberapa saraf penting yang bekerja untuk menerima, mengolah dan mengirimkan respon seakan tak pernah lelah bekerja. Kapan pun dan pada saat kondisi apapun mereka siap untuk membantu kita. Tapi, apakah kita selalu membuat otak kita dalam keadaan siap atau tidak untuk membantu melewati hari2 kita.
2. Tubuh
    Sebagai penopang kita untuk melakukan kegiatan, merupakan syarat utama adalah kesehatan badan kita. Untuk melewati hari-hari yang cukup berat tubuh harus selalu siap dengan semua keadaan. Baik secara nutrisi maupun keadaan fisik kita. 

Cukuplah 2 itu yang kita bahas, sekarang kita coba menelaah hubungan penting keduanya.
Otak merupakan sarana penting kita, selain untuk berfikir juga untuk pusat semua gerakan tubuh kita. Bayangkan otak yang setiap hari kita tancap untuk memikirkan semua permasalahn hidup kita, mulai dari kuliah, maen, tugas, dan yang lain hal. Sebuah kapasitas yang sangat besar menurutq apabila dibandingkan dengan apapun didunia ini. Sekarang kita coba fikirkan ketika otak kita sudah tak mampu bekerja sebagai mana mestinya, disaat kapasitasnya menurun, di saat otak sudah tak mampu menampung lagi respon dari saraf-saraf di ujung-ujung jari kita. Apakah masih ada yang bisa kita lakukan...?

Tubuh kita merupakan nomer kedua yang cukup penting untuk menopang semua respon dari otak kita. Entah kenapa, ketika otak kita terasa capek ko tubuh kita juga merasakan kelelahan yang amat sangat berat. Tangan terasa lemah, kaki pun berat, bahkan terkadang perut pun menjadi sasaran maag. Mungkin hal tersebut dikarenakan sebuah hubungan antara tubuh dan otak ini, setiap yang dikerjakan tubuh sebagian besar berasal dari otak kita. Baik itu sadar ataupun tidak.

Maka dari itulah sayangilah otakmu, istirahatlah ketika memang sudah pada saatnya istirahat dan rawatlah tubuhmu, karena setiap saat engkau menbutuhkannya, dia harus selalu siap. Smoga ide-ide segar selalu memerahkan otak kita dan semoga darah-darah penuh nutrisi terus mengaliri nadi kita.

"Disaat waktu senggang maka istirahatlah
karena di waktu sibuk engkau akan mengurasnya."

home sweet homes, 15 Januari 2011 10:14 AM



Rabu, 05 Januari 2011

Kenapa susah bilang "gak"

Assalamualaikum,
Alhamdulillah Ya Rabb, Allah swt , Pemberi Hidup dan Pemberi Kenikmatan
semoga rahmat selalu terlimpahkan kepada umat Muhammad sampai akhir zaman

Sedikit memetik hal positif dari perbincangan dengan adek yang sangat aku sayangi. Semoga kemudahan terlimpahkan ataas kalian semua. Amin Ya Rabb...

Entah kenapa setiap manusia g bisa mengerti akan kebutuhan dirinya maupun orang lain. Disaat waktu terasa sempit bagi kita (baca:sibuk) kita selalu berfikir kita g bisa mengerjakan semua hal tersebut pada saat yang bersamaan yang pada akhirnya pasti salah satunya akan ditinggalkan untuk mengerjakan hal yang lebih mementingkan dirinya sendiri. Padahal hal yang diusahakan olehnya tidak terlalu penting atau berpengaruh atas kehidupannya nantinya. Emang bener kita harus memikirkan masa depan kita sedini mungkin, tetapi kita juga memiliki tanggungan terhadap sahabat-sahabat kita yang membutuhkan kita. Okelah dengan kata-kata "be yourself" tapi jangan menyempitkan maknanya semuanya dari dan hanya untuk kita saja, tambahlah sedikit kata manis dibelakangnya seperti "for all" atau yang lain. Apakah kata tersebut akan membebani kita?

Tapi jangan salahkan tambahan "for all" tadi hanya untuk meninggikan gengsi kita juga. Terkadang penyakit takabbur datang disaat seperti itu. Di saat kita berhasil membawa teman kita menuju suatu keberhasilan atau kesuksesan, janganlah kita merasa bahwa tanpa kita mereka g akan mungkin berhasil. Lalu dengan bangga mulai bercerita dari mulut ke mulut - dan orang mendengar dari telinga-telinga mereka. Padahal mereka tak tahu kebenaran cerita tersebut. Akan tetapi biarlah semuanya mengalir, biarkanlah berlalu. Apakah kita mendapatkan suatu kerugian ataukah keuntungan dari kesuksesan yang didapat teman kita. Yang terpenting bagi kita adalah arti yang lebih dari sebuah rekan ataupun teman, yaitu sebuah persahabatan yang bertanggung  jawab. Tak hanya dengan satu teman kita bahkan di sebuah perkumpulan ataupun organisasi. Tanggung jawab adalah suatu hal yang datang akan kemauan diri kita sendiri, yang membantu kaki-kaki kecil kita menuju sebuah langkah besar dimana tercapai suatu tujuan yang besar. Bukan masalah hasil, tapi masalah kepercayaan dan pembentukan diri kita untuk hidup bermasyarakat.

Apabila telah tercapai suatu kepercayaan terhadap teman kita pastilah akan lebih banyak tanggung jawab yang akan dibebankan kepada kita. Kenapa? karena mereka akan mempercayakan suatu hal yang besar juga kepada orang yang memiliki tanggung jawab besar. Yaitu mereka yang percaya pada diri mereka sendiri, berusaha sekuat tenaga, dan tetap berfikir jernih untuk menyelesaikan semua tugas yang dibebankan kepadanya. Sikap inilah yang seharusnya kita pupuk muali sedini mungkin. Disaat berkurangnya nilai-nilai tanggung jawab dan rasa percaya kepada orang lain di dunia, maka akan mengakibatkan masalah kecil yang apabila tidak terselesaikan akan membengkak menjadi besar.

Sebuah kepercayaan selalu didapat apabila kita sering mendapatkan tanggung jawab. Tapi karena kita memikirkan ego kita terkadang kita selalu meng"iya"kan semua tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Okelah kalo memang kita bisa, walaupun hanya sekedar bisa. Tapi alangkah lebih baeknya ketika kita memiliki teman yang labih berkompeten dalam hal tersebut. Tolaklah kalau kita benar-benar kurang berkapasitas dalam permasalahan tersebut. Apa salahnya sih kita menolak, toh kita g rugi apapun, justru kita membuka jalan untuk temen kita agar semakin berkembang dengan apa yang memang mereka kuasai. Janganlah terlalu memforsir diri kita, soalnya kita hidup sudah ada porsi dan bagiannya masing-masing. Tak usahlah kita bingung ketika kita tidak berkompeten dalam suatu hal, tapi ingatlah bahwa kita punya kawan yang berkompeten dalam hal tersebut. Itulah Tanggung Jawab yang tidak hanya kepada diri sendiri tapi juga kepada orang lain. Selain mendapat pembelajaran ilmu yang sangat besar kita juga membangun rasa percaya diantara sesama.

"KEPERCAYAAN TIDAKLAH HANYA UNTUK KITA SENDIRI
SUATU SAAT KITA JUGA HARUS MEMPERCAYAI ORANG LAIN
SEHINGGA KITA TAHU KAPAN MEMBAGI 
TANGGUNG JAWAB."

Home sweet homes, 5 januari 2011 1:16 AM