Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2011

Yang Terakhir ....

Assalamualaikum
alhamdulillahirabbil 'alamin
Allahlah Pemilik segala Hidup dan Kehidupan
Semoga Allah Menyayangi kita semua




Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki2 berusia tujuh tahun 
yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim 
bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain 
yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya 
di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap 
pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul 
bola maupun tidak.



Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan 
kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah 
pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu 
hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. 
Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena 
mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah 
berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu 
yang biasa dilakukannya pada malam hari.



"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya. "Tidak ada yang 
dapat mencintaiku seperti dia".

"Kau tidak perlu menyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah 
seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa 
nyaman. "Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja 
yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk 
selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik 
bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari 
penggantinya."



Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk 
tinggal bersamanya. Bersama-sama,mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah 
yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan 
selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga 
selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.



Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu,Sherri selalu datang dan 
bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya 
bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang 
diri.

"Pelatih", panggilnya. "Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? 
Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?"

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja 
sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil 
memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. 
Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak 
berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.

"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah 
Luke. "Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu."

Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain 
dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua 
single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat 
timnya berhasil memenangkan pertandingan.



Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke 
bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir 
lapangan. "Pertandingan yang sangat mengagumkan,"katanya kepada Luke."Aku 
tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang 
membuatmu jadi begini?"



Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air 
mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata 
"Pelatih,ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. 
Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat 
kecelakaan itu. Minggu lalu,......Ibuku meninggal." Luke kembali menangis.



Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan 
terbata-bata "Hari ini,.......hari ini adalah pertama kalinya kedua 
orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama 
melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan 
mereka.......". Luke kembali menangis terisak-isak.



Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan 
mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang 
berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu 
mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. 
Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya 
sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang 
pelatih, tetapi sebagai seorang anak.....



Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal 
ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun 
berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun 
ayah dan ibunya sudah pergi selamanya............Luke baru saja kehilangan 
seorang Ibu yang begitu mencintainya........



Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat 
itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, 
membahagiakan mereka,membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk 
mereka.Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal 
seumur hidupnya...............



sebuah tulisan dari bro azhuramasda kaskus
sebuah pengingatan
dan teguran
untuk kita semua



labkomku, 13 Apryl 2011 10:12

Kamis, 10 Februari 2011

BERBAGAI PELEBUR DOSA


Dambaan setiap muslim yang terindah ialah; agar ketika pergi meninggalkan dunia ini Allah telah mengampuni dosa-dosanya dan melipatgandakan pahala amal kebaikannya.
Tetapi, sudah menjadi kebijaksanaan Allah Ta’ala, jika Allah menciptakan bagi setiap manusia musuh-musuh yang membujuk dan mendorong mereka untuk melakukan dosa, serta menjauhkan mereka dari kebaikan, yaitu: nafsu ammarah (yang selalu menyuruh kepada kejahatan), syetan dan keinginan (hawa nafsu). Firman Allah Ta’ala:
Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (QS. Yusuf: 23)
Dan firman Allah tentang pimpinan syetan yaitu Iblis:
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al-A’raaf: 16-17)Allah juga berfirman tentang keinginan (hawa nafsu):
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.” (QS. An-Nazi’aat: 40)
Dan merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada hamba-Nya jika Allah telah menyiapkan berbagai faktor dan usaha untuk melebur dan menghapus dosa-dosa mereka. Berbagai faktor dan usaha untuk melebur dosa ini ialah berupa perkataan dan perbuatan yang disyari’atkan melalui Al-Qur’an atau sunnah Rasul-Nya, di antaranya sebagai berikut:

Pertama: Beriman kepada Allah dan beramal shalih.

Firman Allah Ta’ala:
Dan orang-orang yang beriman dan beramal shalih, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-‘Ankabuut: 7)
Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya meriwayatkan hadits Abu Hurairah, yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu diberikan ampunan kepada setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.”

Kedua: Menjauhi dosa-dosa besar.

Dalilnya, firman Allah Ta’ala:
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisaa’: 31)
Imam Muslim meriwayatkan hadits Abu Hurairah di dalam kitabShahihnya, yang menerangkan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: 
“Shalat lima waktu, ibadah Jum’at ke Jum’at berikutnya dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, akan menjadi penghapus dosa yang ada di antara ibadah-ibadah tersebut, jika dosa-dosa besar dijauhi.”

Ketiga: Taubat yang benar.

Allah Ta’ala berfirman:
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukannya demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipatgandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti oleh Allah dengan kebajikan. Dan Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Furqaan: 68-70)
Imam Ibnu Majah di dalam kitab Sunannya meriwayatkan hadits Abdullah bin Mas’ud yang menerangkan bahwa Nabi bersabda:
“Orang yang bertaubat dari dosa, seperti orang yang tidak memiliki dosa.

Keempat: Beristighfar (memohon ampun).

Allah Ta’ala berfirman:
Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. An-Nisaa’: 31)
Dan Allah Ta’ala juga berfirman:
Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al-Muzzammil: 20)
Abu Dawud meriwayatkan hadits Zaidradhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
“Barangsiapa mengucapkan:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

(Aku memohon ampun kepada Allah Yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) dan aku bertaubat kepadanya)
Maka dia akan mendapatkan ampunan, meskipun dia pernah (berbuat dosa berupa) lari dari pertempuran.”

Kelima: Berwudhu.

Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya meriwayatkan hadits Humran bekas budaknya Utsman bin Affan, dia menuturkan: Saya pernah datang menemui Utsman bin Affan dengan membawa air wudhu, lalu beliau berwudhu seraya berkata: Ada sekelompok orang yang meriwayatkan beberapa hadits dari Rasulullahshallallahu ‘alahi wasallam yang aku sendiri tidak mengetahui hadits-hadits tersebut? Hanya saja, saya melihat Rasulullahshallallahu ‘alahi wasallam berwudhu seperti wudhu-ku ini, kemudian beliau bersabda:
“Barangsiapa berwudhu demikian, akan diampuni dosanya yang telah berlalu. Dan shalat, serta jalannya ke masjid sebagai tambahan pahala untuknya.”

Keenam: Shalat dan berjalan menuju masjid.

Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya meriwayatkan hadits Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
“Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat beberapa derajat?” Mereka menjawab, “Baik, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Menyempurnakan Wudhu ketika dalam kondisi sulit, banyaknya langkah menuju masjid dan menunggu shalat setelah mengerjakan shalat. Maka itulah bentuk berjihad bagi kalian.”

Ketujuh: Bersedekah.

Allah Ta’ala berfirman:
Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271)
Imam At-Tirmidzi di dalam kitab Sunannya meriwayatkan hadits Mu’adz, bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
“Maukah kutunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai dan sedekah akan menghapus dosa seperti air memadamkan api.”

Kedelapan: Haji dan umrah.

Imam An-Nasa’i meriwayatkan hadits Ibnu Abbas yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
“Lanjutkanlah ibadah haji dengan Umrah, karena keduanya dapat menghapus dosa seperti ububan tukang pandai besi menghilangkan kotoran besi.”

Kesembilan: Berbagai musibah.

Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya meriwayakan hadits Abu Hurairah, dia menuturkan, “Setelah turun ayat yang artinya “Barangsiapa beramal jelek, akan mendapat balasannya”, kaum muslimin mengalami tekanan yang sangat berat, maka Rasulullahshallallahu ‘alahi wasallam bersabda:
“Bersikap sederhanalah dan tetap luruslah kalian, karena pada setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat pelebur dosa, hingga bencana yang menimpa dirinya atau duri yang menancap pada tubuhnya.”

Kesepuluh: Berpuasa dan qiyamullail di bulan Ramadhan.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan di dalam kedua kitabShahih mereka hadits Abu Hurairah, yang menerangkan bahwa Nabishallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.”

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits Abu Hurairah, yang menerangkan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Barangsiapa melakukan qiyamullail di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.”
Wallahu A’lam(AUFa Lc.)
Maraji’:
Kitab Ad-Durar Al-Muntaqat min Al-Kalimat Al-Mulqat, karya Dr. Amin bin Abdullah Asy-Syaqawi, Riyadh 1426 H.